Urip Subagyo

Dilahirkan dari rahim seorang Ibu. Hidup dan menetap di lereng gunung bagian selatan Kab.Pekalongan yang berbatasan langsung dengan Kab.Banjarnegara. Petungkriy...

Selengkapnya

SIAPA IBU KITA SIAPA

Ingat berapa bulan kita berada dalam rahim seorang Ibu. Ketika Ibu kita merintih dan menjerit kesakitan saat berjuang melawan maut melahirkan kita. Ingat pula saat Ibu kita mengambil selembar kain untuk "membarut" dan menutup aurat kita agar kita tetap hangat dan tidak menggigil kedinginan dan tentu ibu kita juga memberikan kita ASI, menyuapi kita dengan makanan bergizi.

Pasti ingat juga kenangan manis saat kita masih kecil, walaupun tanpa menggunakan alas kaki tapi kita tidak takut dan ragu akan tajamnya kerikil dan batu-batu yang mungkin bisa menusuk di kedua kaki kita.

Ingat saat sang Ibu menitikan kita untuk belajar melangkah supaya kita bisa berjalan kemudian berlari kencang, sekencang mungkin.

Iya, terkadang jatuh, duduk dan bangun lagi. Sesekali pun kita menangis saat terjatuh, atau seolah kita enggan untuk terus maju mengikuti alur perjalananya.

Menjadi rutinitas dan berulang-ulang setiap hari sampai kita dianggap mampu dan bisa kemudian kita dilepas oleh Ibu untuk bisa berjalan bahkan lincah berlari sendiri.

Pernahkah Ibu kita mengeluh, merasa capek dan lelah waktu itu? Iya, sesekali mungkin.

Bayangkan seandainya ibu kita malas dan tidak mau mengajari kita untuk berjalan menapakan kaki ke tanah meski tanah itu berbatu dan berumput, apa kita bisa menjadi seperti sekarang ini?

Apa kita bisa berjalan dan berlari meski memiliki alas kaki bermerk seperti saat ini?

Tahukah apa yang dipikirkan Ibu kita saat itu?

Mulai hari ini, doakan para Ibu dan kaum hawa semoga Ibu-ibu kita senantiasa diberi rahmat, taufik, petunjuk, sehat jasmani dan rohaninya serta diselamatkan dunia akheratnya dan dimuliakan Allah SWT.

Berbahagialah para Ibu yang tidak pernah capek, lelah bahkan berhenti melatih, membimbing dan mendidik anak-anaknya.

Tetap tegar menghadapi cobaan dan godaan duniawi ya Ibu, sukses dan barakallah.

Setelah membaca celotehan saya ini, mohon untuk tidak keberatan memberikan masukan, saran dan komentar lainnya di kolom komentar. Semoga bermanfaat dan salam literasi.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali